Sifat kegotongroyongan masyarakat desa hingga saat
ini masih tetap tinggi. Ini terbukti dari kegiatan warga Desa
Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung. Mereka bersama-sama kerja bakti
membangun jalan alternatif. Langkah itu dilakukan karena warga tak
kuat dengan kondisi daerahnya yang terancam terisolasi.
Pembangunan jalan tersebut dengan mengepras bukit
Cipendil yang berada di ruas jalan Cikamuning-Kebandungan yang
longsor dan belum juga mendapat penanganan dari Pemkab. Sebelumnya
ruas jalan tersebut sempat terputus akibat amblas sepanjang 50 meter
dengan kedalaman lebih dari 50 centimeter pada bulan Februari lalu.
Amblasnya jalur transportasi yang biasa digunakan untuk
mendistribusikan hasil pertanian itu juga akibat tergerus aliran
sungai Pemali, yang berada tepat di sampingnya.
"Warga sudah berupaya secara swadaya melakukan
pengarugan sebagai penanganan darurat. Namun hasilnya belum bisa
dikatakan maksimal, jalan kembali amblas," ungkap Ahmadi (34),
warga setempat.
Kerusakan sarana infrastuktur tersebut, diakui
sangat berdampak pada tingkat ekonomi warga di wilayah Kebandungan.
Di mana warga yang menjadikan pertanian jagung sebagai andalan
ekonomi, mengalami kerugian akibat kesulitan dalam pendistribusian
hasil panen.
"Kami kesulitan mendistribusikan hasil panen,
bahkan tidak ada pembeli yang mau datang ke wilayah kami karena jalan
yang rusak. Sehingga petani terpaksa menjual hasil panen dengan harga
jauh di bawah harga yang berlaku saat itu," kata Durohman (45)
salah seorang petani jagung.
Dikatakan, jika dalam kondisi normal para petani
bisa menjual hasil panen jagung dengan harga Rp 3.000/kilogram, namun
akibat kerusakan tersebut petani hanya bisa menjual Rp
2.100/kilogram. "Kerugian akibat biaya pengangkutan yang
membengkak," tutur Durohman.
Kepala Desa Kebandungan Sutarto MPd mengatakan,
upaya yang dilakukan warga yakni dengan mengepras bukit Cipendil
sepanjang 200 meter dengan lebar 4 meter untuk dijadikan jalan
alternatif.
"Ratusan warga secara gotongroyong melaksanakan
pengeprasan. Harapannya, jalan alternatif tersebut nantinya bisa
sedikit memulihkan terkendalanya jalan utama yang rusak akibat
bencana alam," kata Sutarto.
Namun demikian, pihaknya tetap berharap Pemkab juga
turun tangan mengatasi masalah tersebut. Paling tidak segera
memperbaiki kerusakan jalan yang terjadi akibat bencana alam
tersebut. (teguh supriyanto)
sumber:
http://www.radartegal.com/index.php/Sifat-Gotong-Royong-Warga-Kebandungan.html
(Tuesday, 08 November 2012)