Kompetisi futsal IFC 2013 bertempat di lapangan futsal palad, Pulogadung, Jakarta Timur. Ini adalah IFC pertama yang diselenggarakan oleh iLovek Sahasatu khusus untuk warga Desa Kebandungan yang berada di perantaun. Kompetisi ini diikuti oleh 8 tim futsal kebandungan yang ada di perantauan, yaitu Likelik Fc, Kalajengking Fc, Jalibank Fc, Lebden Fc, Bhutenk Senior Fc, Praga Fc, Bhuthenk Junior Fc dan D'Best Mekarwangi Fc. Keluar sebagai juara IFC 2013 adalah Kalajengking Fc setelah mengalahkan Praga Fc 2-0.
Home
All posts
Sunday, April 14, 2013
IFC Ilovek Futsal Competition 2013
Kompetisi futsal IFC 2013 bertempat di lapangan futsal palad, Pulogadung, Jakarta Timur. Ini adalah IFC pertama yang diselenggarakan oleh iLovek Sahasatu khusus untuk warga Desa Kebandungan yang berada di perantaun. Kompetisi ini diikuti oleh 8 tim futsal kebandungan yang ada di perantauan, yaitu Likelik Fc, Kalajengking Fc, Jalibank Fc, Lebden Fc, Bhutenk Senior Fc, Praga Fc, Bhuthenk Junior Fc dan D'Best Mekarwangi Fc. Keluar sebagai juara IFC 2013 adalah Kalajengking Fc setelah mengalahkan Praga Fc 2-0.
Tuesday, March 5, 2013
Warga Kebandungan Tewas Tersambar Petir
Dua warga Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, menjadi korban sambaran petir. Salah satu diantaranya tewas setelah sempat diperiksa petugas kesehatan.
Korban tewas yakni Sudiryo (26), warga RT 02 RW 01 Desa Kebandungan, sementara tetangganya Riyo (30) mengalami luka bakar cukup parah, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) di Purwokerto.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadiannya pada Minggu 03 Maret 2013 sore. Saat itu Sudiryo yang pulang dari Bantarkawung naik ojek motor yang dikendarai oleh Riyo dalam keadaan hujan. Berboncengan keduanya pulang menuju Kebandungan. Ketika melintas di jalan pinggir aliran sungai Pemali yang masuk wilayah Kebandungan, tiba-tiba petir menyambar dari arah belakang hingga keduanya terjatuh.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan dengan membawa keduanya ke petugas kesehatan. Tapi Sudiryo akhirnya meninggal setelah sempat diperiksa oleh petugas kesehatan tersebut.
Saksi mata, Udin (40) mengatakan, sambaran petir yang mengenai korban diduga dipicu oleh telepon seluler atau HP yang dibawa oleh korban. Saat warga memberi pertolongan handphone tersebut dalam keadaan aktiv dan menyala, kemungkinan ada panggilan masuk atau pesan singkat. "Kemungkinan juga korban habis menggunakan HP," katanya.
Kapolsek Bantarkawung, AKP Dofari SH ditemui wartawan, Senin 04 Maret 2013 membenarkan kejadian itu, menurutnya korban tewas dan yang terluka akibat sambaran petir. "Hasil pemeriksaan korban luka dan tewas akibat tersambar petir," katanya
Dihimbau kepada warga, untuk berhati-hati ketika sedang turun hujan yang menimbulkan petir. Begitu pula dengan penggunaan HP. Saat perjalanan apalagi hujan sebaiknya tidak menggunakan HP.
"Penggunanaan HP saat berkendara selain mengganggu konsentrasi juga bisa menimbulkan bahaya seperti men impa pada dua korban tadi," tandas Dofari.
Read more at http://kabarbrebes.blogspot.com/2013/03/warga-kebandungan-tewas-tersambar-petir.html#2f08V7FTkmxkoh2F.99
Thursday, November 8, 2012
Sifat Gotong Royong Warga Kebandungan
Sifat kegotongroyongan masyarakat desa hingga saat
ini masih tetap tinggi. Ini terbukti dari kegiatan warga Desa
Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung. Mereka bersama-sama kerja bakti
membangun jalan alternatif. Langkah itu dilakukan karena warga tak
kuat dengan kondisi daerahnya yang terancam terisolasi.
Pembangunan jalan tersebut dengan mengepras bukit Cipendil yang berada di ruas jalan Cikamuning-Kebandungan yang longsor dan belum juga mendapat penanganan dari Pemkab. Sebelumnya ruas jalan tersebut sempat terputus akibat amblas sepanjang 50 meter dengan kedalaman lebih dari 50 centimeter pada bulan Februari lalu. Amblasnya jalur transportasi yang biasa digunakan untuk mendistribusikan hasil pertanian itu juga akibat tergerus aliran sungai Pemali, yang berada tepat di sampingnya.
"Warga sudah berupaya secara swadaya melakukan pengarugan sebagai penanganan darurat. Namun hasilnya belum bisa dikatakan maksimal, jalan kembali amblas," ungkap Ahmadi (34), warga setempat.
Kerusakan sarana infrastuktur tersebut, diakui sangat berdampak pada tingkat ekonomi warga di wilayah Kebandungan. Di mana warga yang menjadikan pertanian jagung sebagai andalan ekonomi, mengalami kerugian akibat kesulitan dalam pendistribusian hasil panen.
"Kami kesulitan mendistribusikan hasil panen, bahkan tidak ada pembeli yang mau datang ke wilayah kami karena jalan yang rusak. Sehingga petani terpaksa menjual hasil panen dengan harga jauh di bawah harga yang berlaku saat itu," kata Durohman (45) salah seorang petani jagung.
Dikatakan, jika dalam kondisi normal para petani bisa menjual hasil panen jagung dengan harga Rp 3.000/kilogram, namun akibat kerusakan tersebut petani hanya bisa menjual Rp 2.100/kilogram. "Kerugian akibat biaya pengangkutan yang membengkak," tutur Durohman.
Kepala Desa Kebandungan Sutarto MPd mengatakan, upaya yang dilakukan warga yakni dengan mengepras bukit Cipendil sepanjang 200 meter dengan lebar 4 meter untuk dijadikan jalan alternatif.
"Ratusan warga secara gotongroyong melaksanakan pengeprasan. Harapannya, jalan alternatif tersebut nantinya bisa sedikit memulihkan terkendalanya jalan utama yang rusak akibat bencana alam," kata Sutarto.
Namun demikian, pihaknya tetap berharap Pemkab juga
turun tangan mengatasi masalah tersebut. Paling tidak segera
memperbaiki kerusakan jalan yang terjadi akibat bencana alam
tersebut. (teguh supriyanto)
sumber:
http://www.radartegal.com/index.php/Sifat-Gotong-Royong-Warga-Kebandungan.html
(Tuesday, 08 November 2012)
Thursday, August 30, 2012
KEBANDUNGAN INDONESIA
Halaman ini menyajikan data nama geografis untuk Desa Kebandungan di Indonesia, yang diberikan oleh intelijen militer AS dalam format elektronik, termasuk koordinat geografis dan nama tempat dalam berbagai bentuk, latin, karakter latin dan asli, dan lokasinya di negara masing-masing administrasi divisi.
CATATAN:
Informasi mengenai Desa Kebandungan di Indonesia di halaman ini diterbitkan dari data yang diberikan oleh Badan Geospatial-Intelligence Nasional, anggota komunitas intelijen Amerika Serikat, dan Departemen Pertahanan (Dephan) Combat Badan Dukungan . Tidak ada klaim yang dibuat mengenai keakuratan informasi Kebandungan Desa terkandung di sini. Semua saran untuk koreksi kesalahan tentang Desa Kebandungan harus ditujukan kepada Badan Geospatial-Intelligence Nasional.
- Nama Lengkap (lihat definisi) : Desa Kebandungan
- Negara Primer Code (lihat definisi) : ID (Indonesia)
- Orde pertama kode pembagian administratif (lihat definisi) : 07 (DKI Tengah)
- Daerah Font Code (lihat definisi) : 5 (Asia / Pasifik)
- Fitur unik Identifier (lihat definisi) : 6362496
- Nama unik Identifier (lihat definisi) : 6585485
- Lintang dalam derajat desimal (lihat definisi) : -7,126111
- Bujur dalam derajat desimal (lihat definisi) : 108,930556
- Lintang dalam derajat, menit, dan detik (lihat definisi) : 7 ° 07 '34 "S
- Bujur dalam derajat, menit, dan detik (lihat definisi) : 108 ° 55 '50 "E
- Militer Grid koordinat Reference System (lihat definisi) : 49MBN7144111798
- Bersama referensi Operasi Grafis (lihat definisi) : SB49-13
- Fitur Klasifikasi (lihat definisi) : A (wilayah tipe fitur Administratif)
- Fitur Penunjukan Code (lihat definisi) : ADM4 (orde-keempat divisi administratif)
- Tempat penduduk Klasifikasi (lihat definisi) : Tidak ada data
- Orde kedua kode divisi administrasi (lihat definisi) : Tidak ada data
- Populasi Angka (lihat definisi) : Tidak ada data
- Ketinggian (lihat definisi) : Tidak ada data
- Negara sekunder Code (lihat definisi) : Tidak ada data
- Nama Jenis (lihat definisi) : N (BGN Standar nama)
- Bahasa Code (lihat definisi) : ind (Bahasa Indonesia)
- Menggantikan nama lengkap (lihat definisi): Kebandungan
- Deskriptif bagian dari nama lengkap (lihat definisi) : Desa
- Suatu bentuk nama lengkap yang memungkinkan untuk penyusunan abjad dari file ke dalam urutan wartawan (lihat definisi) : DESAKEBANDUNGAN
- Nama Lengkap dengan karakter QWERTY (lihat definisi) : Desa Kebandungan
- Ubah Tanggal (lihat definisi) : 2006/12/17
CATATAN:
Informasi mengenai Desa Kebandungan di Indonesia di halaman ini diterbitkan dari data yang diberikan oleh Badan Geospatial-Intelligence Nasional, anggota komunitas intelijen Amerika Serikat, dan Departemen Pertahanan (Dephan) Combat Badan Dukungan . Tidak ada klaim yang dibuat mengenai keakuratan informasi Kebandungan Desa terkandung di sini. Semua saran untuk koreksi kesalahan tentang Desa Kebandungan harus ditujukan kepada Badan Geospatial-Intelligence Nasional.
Sumber: http://www.geographic.org/geographic_names/name.php?uni=6585485&fid=2385&c=indonesia
Sunday, December 18, 2011
Cikamuning-Kebandungan Rawan Tertutup Lumpur
BUMIAYU - Ruas jalan Cikamuning-Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung dalam kondisi mengkhawatirkan. Pasalnya, di ruas jalan sepanjang 6 kilometer tersebut kerapkali terjadi longsor hingga menutupi badan jalan.
Seperti yang terjadi di ruas jalan yang masuk wilayah Dukuh Gunung Pendil Desa Kebandungan. Jalan sepanjang lebih kurang 50 meter tersebut tertutup lumpur dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter. Sehingga akibat kondisi tersebut, warga harus berhati-hati saat melintasi ruas jalan utama sebagai penghubung menuju pusat pemerintahan tersebut.
Kades Kebandungan Sutarto MPd membenarkan kondisi yang terjadi di ruas jalan tersebut saat ini. Dikatakan, kondisi tersebut diakibatkan guguran tanah berasal dari tebing Pendil yang berada dia atas jalan tersebut.
"Bahkan saat ini jalan di lokasi tersebut tidak dapat digunakan lagi. Sebab selain rawan tertimbun lonsor, kondisi lebar jalan juga semakin hilang akibat abrasi sungai Pemali," jelasnya.
Sebagai upaya mengamankan akses transportasi warga, pemdes bersama lembaga desa dan masyarakat sejak satu bulan lalu membuka jalan melalui pengerasan bukit Pendil yang ada di atas jalan lama.
"Secara gotong royong warga mengepras bukit untuk membuat akses jalan sepanjang sekitar 200 meter, hal itu ditempuh dengan pertimbangan kondisi jalan lama sudah tidak layak untuk dilalui," jelas Sutarto.
Dikatakan, kondisi tersebut sebetulnya dapat dihindari seandainya dibangun talud penahan tebing. Pemdes sendiri telah mengajukan pembangunan talud tersebut untuk mencegah kondisi yang lebih membahayakan.
"Guguran tanah dapat di hindari seandainya di lokasi bukit Pendil dibangun talud, selain itu juga diadakan penataan drainase di ruas jalan tersebut. Sebab selama ini yang menjadi persoalan adalah saluran air yang belum tertata, kami sendiri telah mengajukan permohonan pembangunannya," ungkap Sutarto. (pri)
Sumber:
http://www.radartegal.com/index.php/Cikamuning-Kebandungan-Rawan-Tertutup-Lumpur.html
(Sunday, 18 December 2011)
Sunday, July 3, 2011
Pemetaan Geologi Mandiri
Pemetaan Geologi Mandiri dilakukan di daerah Prupuk, Kebandungan,
dan sekitarnya, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Provinsi
Jawa Tengah. Daerah pemetaan ini dibagi menjadi 4 satuan geomorfologi
yaitu satuan berbukit bergelombang denudasional, satuan dataran
bergelombang denudasional, perbukitan bergelombang struktural, dan
satuan dataran fluvial. Sedangkan stratigrafi daerah pemetaan dibagi
menjadi satuan batulempung karbonatan, satuan batupasir gampingan,
satuan batupasir, satuan breksi vulkanik, satuan batugamping terumbu,
satuan batulanau karbonatan, satuan batupasir kasar, satuan endapan
lahar, dan satuan endapan alluvium. Sejarah geologi daerah pemetaan
ini dimulai pada kala miosen tengah diendapkan batulempung karbonatan
(Tmp), kemudian diatasnya diendapkan secara selaras batupasir
gampingan (Tmr) keduanya pada lingkungan pengendapa laut. Kemudian
secara selaras diendapkan batupasir (Tmh) dengan mekanisme
pengendapan turbidit. Diatasnya secara tidakselaras diendapkan breksi
vulkanik (Tpk) hasil vulkanisme bawah laut dengan lingkungan
pengendapan laut. Pada Kala Pliosen terbentuk batugamping karang
(Tptl). Pada kala Pliosen ini mulai terjadi susut laut yang disertai
pengangkatan. Kemudian terbentuk batulanau karbonatan (Tpb) pada
lingkungan pengendapan transisi diikuti dengan terbentuknya batupasir
kasar (Tpg) yang terbentuk secara selaras diatasnya. Kemudian pada
zaman kuarter kala Pleistosen terbentuk endapan lahar hasil Gunung
api Slamet Tua pada lingkungan pengendapan darat. Kemudian secara
slaras diatasnya terbentuk endapan alluvium pada lingkungan
pengendapan darat. Potensi geologi pada daerah pemetaan dibagi
menjadi potensi positif berupa tambang bahan galian C dan bahan baku
pembuatan batubata. Sedangkan potensi negatif pada daerah pemetaan
berupa gerakan tanah dan banjir.
|
Item Type: |
Monograph (Working Paper) |
|---|---|
|
Uncontrolled Keywords: |
Kebandungan, turbidit, lingkungan pengendapan |
|
Subjects: |
Q
Science > QE Geology |
|
Divisions: |
Faculty
of Engineering > Department of Geological Engineering Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering |
|
ID Code: |
28520 |
|
Deposited By: |
Mr. Najib Fjr |
|
Deposited On: |
01 Jul 2011 11:12 |
|
Last Modified: |
01 Jul 2011 11:12 |
Sunday, February 20, 2011
Jalur Bantarkawung-Kebandungan Masih Lumpuh
Brebes, CyberNews. Lalu lintas kendaraan di jalur
Bantarkawung-Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, hingga Minggu
(20/2) masih lumpuh. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung selama
sepekan ke depan karena jembatan darurat baru mulai dibangun.
Pantauan
di lokasi, angkutan penumpang dari arah Kebandungan maupun Pengarasan,
atau sebaliknya dari Bantarkawung hanya sampai dititik jembatan. Untuk
melanjutkan perjalanan, para penumpang terpaksa harus menuruni badan
jembatan untuk berganti kendaraan.
Di lokasi juga terdapat
sekelompok warga yang menyediakan jasa tarik sepeda motor. Meski harus
mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 5.000, para pengendara mengaku
merasa tertolong karena tak perlu bersusah payah melewati badan
jembatan.
Pemandangan Jasa tarik motor dan penumpang berganti
kendaraan mendapatkan perhatian dari warga setempat. Suasana ramai itu
tidak disia-siakan sejumlah warga dengan menjajakan makanan dan minuman
ringan.
Warga Pengarasan Rohman (45) berharap penyelesaian
jembatan darurat dapat dipercepat. Sebab menurutnya, harga sejumlah
barang dan kebutuhan pokok langsung mengalami kenaikan menyusul
ambruknya jembatan. Hal ini akibat kendaraan pengangkut barang tidak
bisa melintas sehingga terpaksa harus dilangsir. "Gas elpiji tiga
kilogram misalnya, sekarang harganya mencapai Rp 20.000 bahkan bisa
lebih," katanya.
Camat Bantarkawung Edi Sudarmanto SIP, mengatakan
ada sekitar 16.000 warga di Desa Pengarasan dan Kebandungan yang kini
terisolasi menyusul ambruknya jembatan tersebut. "Untuk bepergian ke
luar desa, warga harus melewati jembatan itu karena tidak ada jalur
memutar lainnya," kata dia.
Camat menegaskan, langkah yang sudah
diambil adalah berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) kabupaten. Hasilnya, untuk kelancaran mobilitas warga akan
dibangun jembatan darurat berkonstruksi kayu. "Hari ini jembatan darurat
sudah mulai dibangun oleh rekanan dengan target selesai sepuluh hari ke
depan," katanya.
Menurutnya, penanganan yang sama juga akan
dilakukan pada Jembatan Cikeruh di Jalur Bantarkawung-Ketanggungan.
Dengan adanya jembatan darurat, diharapkan lalu lintas kendaraan, sektor
pendidikan dan perekonomian warga kembali normal.
Seperti
diketahui sebelumnya, Jembatan Cacaban dijalur itu putus diterjang
banjir Sungai Cikeruh. Bencana yang dipicu hujan lebat tersebut juga
merusak jembatan Cikeruh di jalur Bantarkawung-Ketanggungan.
sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2011/02/20/78408
