Sunday, April 14, 2013

IFC Ilovek Futsal Competition 2013



Kompetisi futsal IFC 2013 bertempat di lapangan futsal palad, Pulogadung, Jakarta Timur.   Ini adalah IFC pertama yang diselenggarakan oleh iLovek Sahasatu khusus untuk warga Desa Kebandungan yang berada di perantaun.  Kompetisi ini diikuti oleh 8 tim futsal kebandungan yang ada di perantauan, yaitu Likelik Fc, Kalajengking Fc, Jalibank Fc, Lebden Fc, Bhutenk Senior Fc, Praga Fc, Bhuthenk Junior Fc dan D'Best Mekarwangi Fc.  Keluar sebagai juara IFC 2013 adalah Kalajengking Fc setelah mengalahkan Praga Fc 2-0.

Tuesday, March 5, 2013

Warga Kebandungan Tewas Tersambar Petir

Dua warga Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, menjadi korban sambaran petir. Salah satu diantaranya tewas setelah sempat diperiksa petugas kesehatan.

Korban tewas yakni Sudiryo (26), warga RT 02 RW 01 Desa Kebandungan, sementara tetangganya Riyo (30) mengalami luka bakar cukup parah, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) di Purwokerto.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadiannya pada Minggu 03 Maret 2013 sore. Saat itu Sudiryo yang pulang dari Bantarkawung naik ojek motor yang dikendarai oleh Riyo dalam keadaan hujan. Berboncengan keduanya pulang menuju Kebandungan. Ketika melintas di jalan pinggir aliran sungai Pemali yang masuk wilayah Kebandungan, tiba-tiba petir menyambar dari arah belakang hingga keduanya terjatuh.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan dengan membawa keduanya ke petugas kesehatan. Tapi Sudiryo akhirnya meninggal setelah sempat diperiksa oleh petugas kesehatan tersebut.

Saksi mata, Udin (40) mengatakan, sambaran petir yang mengenai korban diduga dipicu oleh telepon seluler atau HP yang dibawa oleh korban. Saat warga memberi pertolongan handphone tersebut dalam keadaan aktiv dan menyala, kemungkinan ada panggilan masuk atau pesan singkat. "Kemungkinan juga korban habis menggunakan HP," katanya.

Kapolsek Bantarkawung, AKP Dofari SH ditemui wartawan, Senin 04 Maret 2013 membenarkan kejadian itu, menurutnya korban tewas dan yang terluka akibat sambaran petir. "Hasil pemeriksaan korban luka dan tewas akibat tersambar petir," katanya

Dihimbau kepada warga, untuk berhati-hati ketika sedang turun hujan yang menimbulkan petir. Begitu pula dengan penggunaan HP. Saat perjalanan apalagi hujan sebaiknya tidak menggunakan HP.

"Penggunanaan HP saat berkendara selain mengganggu konsentrasi juga bisa menimbulkan bahaya seperti men impa pada dua korban tadi," tandas Dofari.

Read more at http://kabarbrebes.blogspot.com/2013/03/warga-kebandungan-tewas-tersambar-petir.html#2f08V7FTkmxkoh2F.99

Thursday, November 8, 2012

Sifat Gotong Royong Warga Kebandungan


Sifat kegotongroyongan masyarakat desa hingga saat ini masih tetap tinggi. Ini terbukti dari kegiatan warga Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung. Mereka bersama-sama kerja bakti membangun jalan alternatif. Langkah itu dilakukan karena warga tak kuat dengan kondisi daerahnya yang terancam terisolasi.

Pembangunan jalan tersebut dengan mengepras bukit Cipendil yang berada di ruas jalan Cikamuning-Kebandungan yang longsor dan belum juga mendapat penanganan dari Pemkab. Sebelumnya ruas jalan tersebut sempat terputus akibat amblas sepanjang 50 meter dengan kedalaman lebih dari 50 centimeter pada bulan Februari lalu. Amblasnya jalur transportasi yang biasa digunakan untuk mendistribusikan hasil pertanian itu juga akibat tergerus aliran sungai Pemali, yang berada tepat di sampingnya.

"Warga sudah berupaya secara swadaya melakukan pengarugan sebagai penanganan darurat. Namun hasilnya belum bisa dikatakan maksimal, jalan kembali amblas," ungkap Ahmadi (34), warga setempat.

Kerusakan sarana infrastuktur tersebut, diakui sangat berdampak pada tingkat ekonomi warga di wilayah Kebandungan. Di mana warga yang menjadikan pertanian jagung sebagai andalan ekonomi, mengalami kerugian akibat kesulitan dalam pendistribusian hasil panen.

"Kami kesulitan mendistribusikan hasil panen, bahkan tidak ada pembeli yang mau datang ke wilayah kami karena jalan yang rusak. Sehingga petani terpaksa menjual hasil panen dengan harga jauh di bawah harga yang berlaku saat itu," kata Durohman (45) salah seorang petani jagung.

Dikatakan, jika dalam kondisi normal para petani bisa menjual hasil panen jagung dengan harga Rp 3.000/kilogram, namun akibat kerusakan tersebut petani hanya bisa menjual Rp 2.100/kilogram. "Kerugian akibat biaya pengangkutan yang membengkak," tutur Durohman.

Kepala Desa Kebandungan Sutarto MPd mengatakan, upaya yang dilakukan warga yakni dengan mengepras bukit Cipendil sepanjang 200 meter dengan lebar 4 meter untuk dijadikan jalan alternatif.

"Ratusan warga secara gotongroyong melaksanakan pengeprasan. Harapannya, jalan alternatif tersebut nantinya bisa sedikit memulihkan terkendalanya jalan utama yang rusak akibat bencana alam," kata Sutarto.
Namun demikian, pihaknya tetap berharap Pemkab juga turun tangan mengatasi masalah tersebut. Paling tidak segera memperbaiki kerusakan jalan yang terjadi akibat bencana alam tersebut. (teguh supriyanto)


sumber: http://www.radartegal.com/index.php/Sifat-Gotong-Royong-Warga-Kebandungan.html (Tuesday, 08 November 2012)

Thursday, August 30, 2012

KEBANDUNGAN INDONESIA

Halaman ini menyajikan data nama geografis untuk Desa Kebandungan di Indonesia, yang diberikan oleh intelijen militer AS dalam format elektronik, termasuk koordinat geografis dan nama tempat dalam berbagai bentuk, latin, karakter latin dan asli, dan lokasinya di negara masing-masing administrasi divisi.
  • Nama Lengkap (lihat definisi) : Desa Kebandungan 
  • Negara Primer Code (lihat definisi) : ID (Indonesia)
  • Orde pertama kode pembagian administratif (lihat definisi) : 07 (DKI Tengah) 
  • Daerah Font Code (lihat definisi) : 5 (Asia / Pasifik)
  • Fitur unik Identifier (lihat definisi) : 6362496
  • Nama unik Identifier (lihat definisi) : 6585485
  • Lintang dalam derajat desimal (lihat definisi) : -7,126111
  • Bujur dalam derajat desimal (lihat definisi) : 108,930556
  • Lintang dalam derajat, menit, dan detik (lihat definisi) : 7 ° 07 '34 "S
  • Bujur dalam derajat, menit, dan detik (lihat definisi) : 108 ° 55 '50 "E
  • Militer Grid koordinat Reference System (lihat definisi) : 49MBN7144111798
  • Bersama referensi Operasi Grafis (lihat definisi) : SB49-13
  • Fitur Klasifikasi (lihat definisi) : A (wilayah tipe fitur Administratif)
  • Fitur Penunjukan Code (lihat definisi) : ADM4 (orde-keempat divisi administratif)
  • Tempat penduduk Klasifikasi (lihat definisi) : Tidak ada data
  • Orde kedua kode divisi administrasi (lihat definisi) : Tidak ada data
  • Populasi Angka (lihat definisi) : Tidak ada data
  • Ketinggian (lihat definisi) : Tidak ada data
  • Negara sekunder Code (lihat definisi) : Tidak ada data
  • Nama Jenis (lihat definisi) : N (BGN Standar nama)
  • Bahasa Code (lihat definisi) : ind (Bahasa Indonesia)
  • Menggantikan nama lengkap (lihat definisi): Kebandungan
  • Deskriptif bagian dari nama lengkap (lihat definisi) : Desa
  • Suatu bentuk nama lengkap yang memungkinkan untuk penyusunan abjad dari file ke dalam urutan wartawan (lihat definisi) : DESAKEBANDUNGAN
  • Nama Lengkap dengan karakter QWERTY (lihat definisi) : Desa Kebandungan
  • Ubah Tanggal (lihat definisi) : 2006/12/17


 CATATAN:
Informasi mengenai Desa Kebandungan di Indonesia di halaman ini diterbitkan dari data yang diberikan oleh Badan Geospatial-Intelligence Nasional, anggota komunitas intelijen Amerika Serikat, dan Departemen Pertahanan (Dephan) Combat Badan Dukungan . Tidak ada klaim yang dibuat mengenai keakuratan informasi Kebandungan Desa terkandung di sini. Semua saran untuk koreksi kesalahan tentang Desa Kebandungan harus ditujukan kepada Badan Geospatial-Intelligence Nasional. 
 
Sumber: http://www.geographic.org/geographic_names/name.php?uni=6585485&fid=2385&c=indonesia

Sunday, December 18, 2011

Cikamuning-Kebandungan Rawan Tertutup Lumpur


BUMIAYU - Ruas jalan Cikamuning-Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung dalam kondisi mengkhawatirkan. Pasalnya, di ruas jalan sepanjang 6 kilometer tersebut kerapkali terjadi longsor hingga menutupi badan jalan.

Seperti yang terjadi di ruas jalan yang masuk wilayah Dukuh Gunung Pendil Desa Kebandungan. Jalan sepanjang lebih kurang 50 meter tersebut tertutup lumpur dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter. Sehingga akibat kondisi tersebut, warga harus berhati-hati saat melintasi ruas jalan utama sebagai penghubung menuju pusat pemerintahan tersebut.

Kades Kebandungan Sutarto MPd membenarkan kondisi yang terjadi di ruas jalan tersebut saat ini. Dikatakan, kondisi tersebut diakibatkan guguran tanah berasal dari tebing Pendil yang berada dia atas jalan tersebut.

"Bahkan saat ini jalan di lokasi tersebut tidak dapat digunakan lagi. Sebab selain rawan tertimbun lonsor, kondisi lebar jalan juga semakin hilang akibat abrasi sungai Pemali," jelasnya.

Sebagai upaya mengamankan akses transportasi warga, pemdes bersama lembaga desa dan masyarakat sejak satu bulan lalu membuka jalan melalui pengerasan bukit Pendil yang ada di atas jalan lama.

"Secara gotong royong warga mengepras bukit untuk membuat akses jalan sepanjang sekitar 200 meter, hal itu ditempuh dengan pertimbangan kondisi jalan lama sudah tidak layak untuk dilalui," jelas Sutarto.

Dikatakan, kondisi tersebut sebetulnya dapat dihindari seandainya dibangun talud penahan tebing. Pemdes sendiri telah mengajukan pembangunan talud tersebut untuk mencegah kondisi yang lebih membahayakan.

"Guguran tanah dapat di hindari seandainya di lokasi bukit Pendil dibangun talud, selain itu juga diadakan penataan drainase di ruas jalan tersebut. Sebab selama ini yang menjadi persoalan adalah  saluran air yang belum tertata, kami sendiri telah mengajukan permohonan pembangunannya," ungkap Sutarto. (pri)


Sumber: http://www.radartegal.com/index.php/Cikamuning-Kebandungan-Rawan-Tertutup-Lumpur.html (Sunday, 18 December 2011)

Sunday, July 3, 2011

Pemetaan Geologi Mandiri

Pemetaan Geologi Mandiri dilakukan di daerah Prupuk, Kebandungan, dan sekitarnya, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Daerah pemetaan ini dibagi menjadi 4 satuan geomorfologi yaitu satuan berbukit bergelombang denudasional, satuan dataran bergelombang denudasional, perbukitan bergelombang struktural, dan satuan dataran fluvial. Sedangkan stratigrafi daerah pemetaan dibagi menjadi satuan batulempung karbonatan, satuan batupasir gampingan, satuan batupasir, satuan breksi vulkanik, satuan batugamping terumbu, satuan batulanau karbonatan, satuan batupasir kasar, satuan endapan lahar, dan satuan endapan alluvium. Sejarah geologi daerah pemetaan ini dimulai pada kala miosen tengah diendapkan batulempung karbonatan (Tmp), kemudian diatasnya diendapkan secara selaras batupasir gampingan (Tmr) keduanya pada lingkungan pengendapa laut. Kemudian secara selaras diendapkan batupasir (Tmh) dengan mekanisme pengendapan turbidit. Diatasnya secara tidakselaras diendapkan breksi vulkanik (Tpk) hasil vulkanisme bawah laut dengan lingkungan pengendapan laut. Pada Kala Pliosen terbentuk batugamping karang (Tptl). Pada kala Pliosen ini mulai terjadi susut laut yang disertai pengangkatan. Kemudian terbentuk batulanau karbonatan (Tpb) pada lingkungan pengendapan transisi diikuti dengan terbentuknya batupasir kasar (Tpg) yang terbentuk secara selaras diatasnya. Kemudian pada zaman kuarter kala Pleistosen terbentuk endapan lahar hasil Gunung api Slamet Tua pada lingkungan pengendapan darat. Kemudian secara slaras diatasnya terbentuk endapan alluvium pada lingkungan pengendapan darat. Potensi geologi pada daerah pemetaan dibagi menjadi potensi positif berupa tambang bahan galian C dan bahan baku pembuatan batubata. Sedangkan potensi negatif pada daerah pemetaan berupa gerakan tanah dan banjir.
Item Type:
Monograph (Working Paper)
Uncontrolled Keywords:
Kebandungan, turbidit, lingkungan pengendapan
Subjects:
Q Science > QE Geology
Divisions:
Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering

ID Code:
28520
Deposited By:
Mr. Najib Fjr
Deposited On:
01 Jul 2011 11:12
Last Modified:
01 Jul 2011 11:12
Sumber: http://eprints.undip.ac.id/28520/


















Sunday, February 20, 2011

Jalur Bantarkawung-Kebandungan Masih Lumpuh



Brebes, CyberNews. Lalu lintas kendaraan di jalur Bantarkawung-Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, hingga Minggu (20/2) masih lumpuh. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung selama sepekan ke depan karena jembatan darurat baru mulai dibangun.
Pantauan di lokasi, angkutan penumpang dari arah Kebandungan maupun Pengarasan, atau sebaliknya dari Bantarkawung hanya sampai dititik jembatan. Untuk melanjutkan perjalanan, para penumpang terpaksa harus menuruni badan jembatan untuk berganti kendaraan.
Di lokasi juga terdapat sekelompok warga yang menyediakan jasa tarik sepeda motor. Meski harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 5.000, para pengendara mengaku merasa tertolong karena tak perlu bersusah payah melewati badan jembatan.
Pemandangan Jasa tarik motor dan penumpang berganti kendaraan mendapatkan perhatian dari warga setempat. Suasana ramai itu tidak disia-siakan sejumlah warga dengan menjajakan makanan dan minuman ringan.
Warga Pengarasan Rohman (45) berharap penyelesaian jembatan darurat dapat dipercepat. Sebab menurutnya, harga sejumlah barang dan kebutuhan pokok langsung mengalami kenaikan menyusul ambruknya jembatan. Hal ini akibat kendaraan pengangkut barang tidak bisa melintas sehingga terpaksa harus dilangsir. "Gas elpiji tiga kilogram misalnya, sekarang harganya mencapai Rp 20.000 bahkan bisa lebih," katanya.
Camat Bantarkawung Edi Sudarmanto SIP, mengatakan ada sekitar 16.000 warga di Desa Pengarasan dan Kebandungan yang kini terisolasi menyusul ambruknya jembatan tersebut. "Untuk bepergian ke luar desa, warga  harus melewati jembatan itu karena tidak ada jalur memutar lainnya," kata dia.
Camat menegaskan, langkah yang sudah diambil adalah berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten. Hasilnya, untuk kelancaran mobilitas warga akan dibangun jembatan darurat berkonstruksi kayu. "Hari ini jembatan darurat sudah mulai dibangun oleh rekanan dengan target selesai sepuluh hari ke depan," katanya.
Menurutnya, penanganan yang sama juga akan dilakukan pada Jembatan Cikeruh di Jalur Bantarkawung-Ketanggungan. Dengan adanya jembatan darurat, diharapkan lalu lintas kendaraan, sektor pendidikan dan perekonomian warga kembali normal.
Seperti diketahui sebelumnya, Jembatan Cacaban dijalur itu putus diterjang banjir Sungai Cikeruh. Bencana yang dipicu hujan lebat tersebut juga merusak jembatan Cikeruh di jalur Bantarkawung-Ketanggungan.

sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2011/02/20/78408